Ringkasan Khotbah

Memasuki minggu ke-2 di tahun baru 2023 ini, mari kita memegang firman Tuhan sebagai kekuatan dan penuntun kehidupan kita.  Setiap orang percaya sangat memerlukan firman yang dapat membentuk kerohanian yang semakin sehat seperti yang diungkapkan Daud dalam nats ini.

  1. Mencintai Firman (159). Daud memakai kata “mencintai” Karena dengan mencintai firman berarti ia menjaga, menghargainya di dalam hati. Ini seruan yang meyakinkan dari orang yang benar-benar sadar bahwa ia terikat kepada Tuhan. Cinta itu memiliki kekuatan untuk mengikat dan meyakinkan. Daud berani menyatakan pengakuan ini karena dia sendiri yakin bahwa ia mencintai Tuhan. Di sini, ada 3 kali Daud menulis kata “cinta” (ay. 159, 163, 165). Karena itu, ia berkata: “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari” (Mzm 119:97). Penafsir: “Ada banyak orang yang senang terhadap janji-janji berkat Tuhan tetapi sedikit yang mau berkomitmen pada firman-Nya.” Ciri orang saleh adalah mencintai hukum Allah hingga Daud berkata “Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai” (ay. 163). Kekristenan adalah agama yang tidak hanya berhenti pada urusan lahiriah tetapi dia adalah “agama hati” artinya memperbaharui kebiasaan, gerakan, emosi, dan seleranya.
  2. Dasar Firman-Mu Adalah Kebenaran (ay. 160). Alkitab adalah kebenaran yang telah diwahyukan bagi manusia, satu-satunya buku yang akurat dan dapat diandalkan tentang Allah. Dengan demikian, Alkitab sangat berperan untuk membangun pengenalan akan Allah yang benar dan berotoritas. Alkitab itu berotoritas dan benar karena melaluinya Allah membuktikan bahwa Dia tidak pernah berdusta dan seluruh perkataan-Nya dapat diandalkan. Kitab suci ditulis oleh Roh Kudus untuk menuntun gereja, dalam menyempurnakan orang-orang kudus, dalam membangun tubuh Kristus. Alkitab memiliki peran yang sangat penting untuk memengaruhi serta mengarahkan kehidupan orang beriman kepada kehendak Allah. Pentingnya pembacaan Alkitab bagi setiap orang Kristen memiliki hubungan yang sangat erat dengan pengenalan akan Allah dan diri sendiri.
  3. Bersedia Dibentuk Oleh Firman (ayat 167-168). John Wesley (dari Iggris abad ke-18): “Aku ingin Kristus sebagai Juruselamatku, Alkitab sebagai buku pedomanku, Gereja untuk persekutuanku dan seluruh dunia sebagai ladang misiku.” Di sini Daud bersedia dikoreksi oleh firman, seluruh tujuan dan visi hidupnya diletakkan di bawah firman. Ia berkata “sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.” Daud merasa bahwa Tuhan sedang mengawasinya, dia hidup di bawah kesadaran akan kehadiran Tuhan bersamanya siang dan malam.

Firman Tuhan berkuasa membentuk kerohanian serta pengenalan akan Tuhan hingga dibentuk seturut kehendak-Nya. Tetaplah mencintai dan mencari firman Tuhan setiap hari, terus bertumbuh di dalam pengenalan akan Dia.