Post Archives

Pdt. Yasuo Atsumi
13 Januari 2019

Setia Berjalan dalam Misi Allah

(2 Timotius 4 :1-2)

Tema seluruh GIII 2019 adalah setia berjalan dalam misi Allah. Kesetiaan adalah lanjutan dari 2018. Tapi kali ini tujuannya adalah misi Allah. Dalam teks firman hari ini, Rasul Paulus menulis surat secara pribadi kepada muridnya Timotius yang menjadi gembala di Efesus, masih muda dan kurang pengalaman. Surat dari senior kepada seorang hamba Tuhan muda.
Dikatakan, beritakanlah firman. Firman Tuhanlah dasar kehidupan orang beriman. Firmanlah penunjuk, pengajar kehidupan orang percaya. Mzm 119:105 yang terkenal mengatakan FirmanMu itu pelita bagi kakiku, dan terang bagi jalanku. Dan tentang firman Tuhan sebelum pasal 4 ini, yaitu di 2 Tim 3:16, Paulus menekankan lagi, beritakanlah Firman. Ini tugas utama dari Paulus, dan penting bagi jemaat supaya bertahan, bertumbuh, hidup dalam iman. Baik atau tidak baik waktunya, artinya selalu, beritakanlah firman. Dalam tahun ini kita lebih maju, lebih dalam membaca firman. Ada 66 kitab dalam Alkitab. Apakah sudah pernah baca semua? Firman Tuhan begitu indah, dalam , dan kaya. Tapi kalau kita tidak baca seluruhnya, betapa sayangnya. Itu pusaka kita. Itu harta kekayaan kita secara rohani. Maka mari membaca firman setiap hari secara teratur. Alkitab terdiri dari 4 bagian, yaitu 3 bagian di perjanjian lama (kitab sejarah (Kej-Ester), kitab syair (dari Ayub – Kidung agung, kitab nabi-nabi (Yesaya-Maleakhi), dan 1 perjanjian baru. Jika dari 4 bagian Alkitab in kita baca setiap hari satu pasal dari setiap bagian akan jarang macet.
Nyatakanlah. Dalam Bahasa Inggris dikatakan bring to light, bawa ke dalam terang. Dalam hati manusia ada yang sukar dibawa ke terang. Betapa licik hati, lebih licik dari segala sesuatu. Dunia ini penuh dengan godaan, kelicikan, kalau hati kita belum diterangi, gampang sekali terpengaruh. Maka istilah tegur, artinya marah, keras. Kitab nabi Yesaya pasal 1-39, penuh dengan bagaimana Tuhan marah kepada bangsa Israel. Tetapi selalu ada janji Tuhan. Ada terang, ada pemulihan. Dan Tuhan mengajak, kembalilah kepadaku. Kita bersyukur ada yang menegur kita. Bagi pendeta, tugas khotbah itu g.ampang. Tapi salah satu tugas yang paling susah adalah menegur, karena jarang diterima. Kita baca Firman, Roh Kudus yang bicara, dan Firman Tuhan lah yang menyatakan kesalahan.

7 Januari 2018

Jemaat Teguh dan Setia

(Ibrani 10:22-25)

Selamat Tahun Baru dan selamat beribadah di Ibadah minggu pertama di tahun 2018 ini. Betapa Tuhan senang umatnya mengutamakan Tuhan, maka marilah kita di tahun ini juga memulai hari minggu pertama dengan ibadah kita disini, betapa Tuhan senang kepada kita yang boleh bersyukur kepada Tuhan. Tema Gereja GIII tahun ini mengambil tema dari teks yang kita baca hari ini yaitu Ibrani 10:22-25, dari keempat ayat ini ada satu kata yang terus diulang dalam setiap kalimat yaitu, (ay. 22) “marilah kita menghadap Allah.…”; (ay. 23) “marilah kita teguh berpegang pada pengakuan…”; (ay. 24) “marilah kita saling memperhatikan…”; (ay. 25) “marilah kita saling menasihati…”. Dari 4 ayat sebagai teks tema tahun 2018 ini ada 4 kali dikatakan marilah kita, kata ‘marilah kita’ adalah ajakan atau anjuran. Seperti biasa kita sering memakai kata ini khususnya pada moment tahun baru, sebagai contoh: Bapak kepada anggota keluarganya, marilan kita terus maju; anak berkata kepada Bapaknya marilah saya bertambah uang sakunya; Suami-istri mengatakan, marilah kita lebih hemat supaya tabungan bertambah; Para Pendeta suka mengajar jemaat, marilah kita membaca Firman Tuhan setiap hari; dan mungkin kepada diri kita sendiri juga, mari tahun ini lebih mengasihi keluarga. 

1 Januari 2017

Dipenuhi Kasih dan Anugerah-Nya

(1 Petrus 5:1-10)

Selamat tahun baru. Patutlah kita bersyukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun lalu sehingga dengan sukacita dan damai sejahtera kita dapat menyongsong tahun yang baru. Tema gereja tahun lalu ‘Hidup Beriman dalam Kemuliaan-Nya’ yang mana fokusnya adalah sisi manusia dalam kehidupan imannya. Tema tahun ini adalah ‘Dipenuhi Kasih dan Anugerah-Nya’ yang mana lebih berfokus pada Tuhan yaitu pada kasih karunia-Nya. Dengan memahami kasih karunia Tuhan kepada kita maka kehidupan iman kita dapat semakin bertumbuh dan semakin bertambah sukacita. Dan inilah seharusnya menjadi ciri khas dari orang Kristen yaitu senantiasa bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan menyertai kita. Kata anugerah dalam 1 Petrus 5:10 berasal dari bahasa Yunani, charis, berarti kemurahan, keindahan, ataupun pemberian. Kata ini dipakai lebih dari 108 kali dalam Perjanjian Baru sehingga memiliki arti penting. Ini adalah kata yang mengingatkan kita akan kasih dari Tuhan Pencipta semesta alam. Pasal 1 Kejadian, Tuhan menjadikan semesta alam dan sesudahnya mengatakan sungguh amat baik atas segala yang dicipta-Nya.

18 Januari 2015

Hidup dalam Kepenuhan Kristus

(Efesus 4:12-16)

Tema tahun 2015 adalah “Hidup Dalam Kepenuhan Kristus” yang diambil dari Efesus 4:12-16. Konteks perikop ini berfokus pada setiap orang percaya supaya dilengkapi, melayani, bertumbuh, dan akhirnya menjadi seperti Kristus dalam pembangunan tubuh Kristus. Banyak jemaat Efesus yang senang ke gereja dan dilayani tetapi banyak yang belum melayani. Maka rasul Paulus menyinggung bahwa setiap orang percaya/kudus perlu bertumbuh hingga sampai melayani (ay 12-13).