Pengkhotbah

Perikop
Kolose 3:14

Ringkasan Khotbah

Tema ini adalah tema tahunan GIII se-Jepang. Melalui tema ini, kita diajar untuk terus berjuang dan mengejar suatu tujuan untuk menjadi Kristen. Dalam Matius 5:48 “Karena itu haruslah kamu SEMPURNA, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah SEMPURNA”. Kata “Sempurna” memiliki arti: lengkap, utuh, sudah mencapai tujuan. Standar kekristenan kita adalah Bapa di surga. Tujuan mengejar kesempurnaan ini disebutkan Tuhan Yesus di Matius 5:16 “Demikian hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga”.

Mengapa hal ini penting ditegaskan bagi orang percaya? Supaya setiap orang Kristen menyadari bahwa masing-masing kita masih belum mencapai kesempurnaan namum terus berjuang seperti seorang murid yang mengikut pengajaran dan keteladanan gurunya.

Paulus berkata dalam Kolose 3:14 bahwa “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan”. Jadi, ayat ini memberi sebuah kenyataan yang sangat jelas tentang orang Kristen yaitu memiliki keberagaman namun dapat diikat dalam sebuah harmoni yang sempurna. Harmoni yang sempurna itu ialah Kasih.

Jika kita benar-benar mengasihi sesama, kita harus memberitahu mereka mengenai Sang Juruselamat. Kasih kepada Allah memimpin kita kepada suatu kerinduan untuk melihat Dia dimuliakan.

Kasih juga menjadi pemersatu yang mengikat setiap anggota gereja. Ada 3 hal yang mempengaruhi kehidupan Kristen: 1. Kasih Tuhan kepada kita. 2. Kasih kita kepada Tuhan. 3. Kasih persaudaraan diantara orang Kristen. Ketiga hal inilah yang menjadi dasar gairah yang mendorong orang Kristen di dalam Gereja.

Hal menyempurnakan yang tertulis di ayat 14, sangat dipengaruhi oleh berbagai nasihat di dalam ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. Oleh karena itu, berbicara tentang ayat 14, perhatikanlah nilai yang menentukannya:

  1. Telah Dipulihkan Oleh Kristus (12). Disini Paulus menyebutkan tentang orang pilihan yang dikuduskan dan dikasih-Nya.Sebutan ini menegaskan status baru bagi orang percaya. Orang Kristen yang telah diubah menyatakan Tuhan dimuliakan di dalam kehidupannya. Karena itu, sebagai orang yang dipilih, dinasihati untuk mengenakan nilai kehidupan yang baru dimana Allah memanggil kita untuk tujuan kekudusan.
  2. Perkataan Kristus Diam Dalam Hati (16). Setelah Allah mencipta manusia, Ia menempatkan mereka di taman Eden dimana segala sesuatu tersedia untuk kebutuhan makan dan minum. Akan tetapi Tuhan tetap memberikan mereka Firman. Hal ini ditegaskan Tuhan Yesus Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4; Ulangan 8:3). Mengapa kita memerlukan Firman? Alkitab menjawab setiap persoalan kehidupan manusia. Dunia ini penuh dengan persimpangan jalan, sementara manusia begitu terbatas memahami dan mengerti pilihan yang tepat. Untuk itu kita memerlukan Firman yang mengarahkan dan menentukan kita. Tuhan memberi kita Firman untuk memberikan kita sukacita kekal. Tanpa Firman, setiap perkataan dan pilihan kita menjadi perkataan yang sia-sia. Tetapi bersama Firman, kita akan memiliki pengertian dan perkataan yang benar dan berkenan kepada Allah. Kata “perkataan” di ayat 16 ditulis dengan kata “LOGOS” yang berarti “Firman”. Kata ini mengekspresikan pikiran Bapa melalui Roh Kudus. Firman dengan segala kekayaannya harus bertahta di dalam hati setiap kita. Ia meluruskan jalan dan membentuk kita menjadi pahlawan perkasa. Kekayaan Firman ini akan mempengaruhi perkataan dan ucapan bibir kita.