Pengkhotbah

Perikop
Ulangan 32:1-12

Ringkasan Khotbah

Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa ditengah tengah karya Tuhan yang telah kita lihat, kita masih terus dihimbau untuk memiliki rasa hormat kepada Tuhan. Kata “Hormat” (ayat 3) ini berasal dari Bahasa Ibrani “godel” artinya “Kebesaran”. Orang yang tahu bagaimana menghormati Bapa yang penuh kebesaran di sorga adalah orang yang tahu bagaimana berbakti kepada Dia sebagai Allah yang Mahabesar. Karena Allah kita penuh kebesaran dan kehormatan, maka kita pun menghampiriNya dengan penuh rasa hormat.

Bagaimana memberi kehormatan ini kepada Dia?
Ulangan 11:1 “Haruslah engkau menghasihi TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap Dia dengan senantiasa berpegang pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya dan perintah-Nya.”
Seseorang yang sadar tentang kebesaran Allah, menyadarkan untuk merendahkan diri di hadapan-Nya. Allah sendiri sangat menghendaki penghormatan dari Umat-Nya sehingga Ia akan menghukum setiap orang yang tidak menghormati-Nya.

Dalam teks khotbah hari ini, dijelaskan sifar-sifat Allah sebagai berikut:

  1. Ia sebagai Pencipta (ayat 6). Sebagai pencipta, ada 3 pekerjaan Allah yang paling besar, yaitu: Mencipta, Menebus dan Mewahyukan kebenaran. Disisi lain, terdapat pula 3 perkerjaan setan yaitu: Menentang Tuhan, Mencobai manusia, dan Menuduh orang Kristen.
  2. Ia sebagai Pribadi yang memilih Umat-Nya (8-9).

Musa menjelaskan sifat-sifat Allah sebagai alasan memberi hormat kepada-Nya:

  1. Ia Sebagai Gunung Batu (4). Gunung batu adalah sebagai Perlindungan. Ia menjadi tempat pengungsian di saat ada musuh, Ia tidak dapat bergoyah sehingga Ia dapat menjadi tempat pertahanan dan perlindungan. Kiranya ini menguatkan hati kita bahwa hanya Dialah tempat perlindungan dan penolong kita. Ada dua tipe pekerjaan Allah di bagian ini, yaitu: Sempurna karena jalan-Nya adil (4) dan Allah yang setia, tiada kecurangan (4).
  2. Ia Memelihara Umat-Nya (10). Konteks ini adalah perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke tanah perjanjian. Selama 40 tahun bangsa Israel di Padang gurun, Tuhanlah yang selalu memelihara mereka. Melalui pengalaman ini, bangsa Israel merasa tidak memiliki kekuatan apa-apa di dalam diri mereka sendiri.
  3. Ia Mendewasakan Umat-Nya (11-12). Prinsip ini menjadi ciri khas yang paling unik dari pihak Allah bagi umat-Nya. Ia melatih sekaligus mendewasakan umat-Nya. Hal ini dilakukan Allah agar kita umat-Nya menjadi umat yang kuat dan mandiri. Ibrani 12:6 “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Melalui renungan Firman Tuhan ini, kita dapat mengambil beberapa poin untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Allah kita sangat agung dan layak dipuji serta disembah. Orang yang dapat menyembah-Nya ialah mereka yang telah mengalami anugerah keselamatan-Nya.
  2. Kasihilah Tuhan yang telah memelihara kita dengan unik hingga melewati tahun ini. Belajarlah bersandar kepada Dia sebab Ia melakukan yang terbaik bagi kemajuan dan kebaikan kita.
  3. Ambillah keputusan hari ini untuk dilatih dan didewasakan oleh Tuhan melalui Firman Tuhan dan berbagai proses perjalanan hidup di dalam Dia. Maka kita menjadi umat yang setia dan dewasa.